Jumat, 17 Juli 2026

Memperkuat Fondasi Pembangunan: Peningkatan Kapasitas Kader Pemberdayaan Manusia di Kecamatan Tapaktuan

 Pembangunan yang berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat tidak bisa berjalan sendirian oleh tenaga pemerintah saja. Diperlukan peran aktif dari para penggerak lokal—yang kita kenal sebagai kader pemberdayaan manusia—yang tinggal di tengah masyarakat, memahami budaya, tantangan, dan harapan warga dengan lebih dekat.

Menyadari hal tersebut, baru-baru ini telah dilaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pemberdayaan Manusia yang berpusat di Kecamatan Tapaktuan. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan kader dari berbagai desa dan kelurahan se-Kecamatan Tapaktuan, bersama dengan fasilitator berkompeten dan perwakilan instansi terkait.

Tujuan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

- Memperdalam pemahaman kader tentang konsep, prinsip, dan metode pemberdayaan manusia yang berpusat pada masyarakat.

- Meningkatkan keterampilan teknis kader dalam mendampingi kelompok masyarakat, merencanakan program, mengelola komunikasi, serta menyelesaikan konflik sosial.

- Membangun jaringan kerja sama antar kader antar desa untuk berbagi pengalaman dan saling mendukung pelaksanaan program.

- Menyusun langkah-langkah konkret yang akan dijalankan kader di wilayah masing-masing setelah kegiatan selesai.

Suasana dan Rangkaian Kegiatan

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat hangat dan penuh semangat. Berbeda dengan pelatihan yang hanya berupa penyampaian materi, peserta diajak berdiskusi aktif, memecahkan studi kasus yang sering ditemui di lapangan, serta mempraktikkan langsung cara mengorganisir pertemuan warga dan menggali ide bersama.

Beberapa materi yang disampaikan meliputi: identifikasi potensi dan masalah masyarakat, pendekatan partisipatif, peran kader sebagai jembatan antara pemerintah dan warga, serta pengelolaan program yang berkelanjutan. Para peserta juga antusias membagikan pengalaman keberhasilan maupun tantangan yang pernah dihadapi saat bekerja di lapangan—hal yang menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak.

Harapan dan Komitmen ke Depan

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Tapaktuan dalam sambutannya menyampaikan: "Kader adalah ujung tombak pembangunan di desa. Ilmu yang didapat hari ini bukan hanya untuk disimpan, melainkan harus dibawa pulang dan diaplikasikan demi kemajuan warga. Kecamatan siap mendukung setiap langkah yang kalian ambil untuk menggerakkan masyarakat."

Salah satu peserta kader dari Desa Baru menyampaikan kesannya: "Selama ini kami sering bingung bagaimana cara menyampaikan ide agar warga mau ikut berpartisipasi. Melalui pelatihan ini, kami mendapat cara yang lebih baik dan berani untuk mulai bergerak bersama."

Jumat, 10 Juli 2026

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Selatan mewacanakan pemberdayaan pendamping desa sebagai ujung tombak pengelolaan sampah dari hulu

 Wacana ini menjadi bagian dari strategi besar menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri di tingkat desa, dengan mencakup berbagai aspek mulai dari pengolahan sampah organik, produksi pupuk dan maggot, hingga pengembangan aplikasi digital.


Kepala DLH Aceh Selatan, Kasputra ST.MM, menegaskan bahwa permasalahan sampah harus diselesaikan dari sumbernya, bukan hanya berfokus pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Permasalahan sampah mesti harus kita selesaikan dari hulu, bukan dari hilir atau dari TPA. Semua kita punya tanggung jawab masing-masing terhadap sampah dan lingkungan,” ujar Kasputra.


Kata Kasputra, DLH berencana merekrut dan memberdayakan pendamping desa yang bertugas mendampingi masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Pendamping ini akan menjadi fasilitator yang mengedukasi dan mengajarkan teknologi pengolahan sampah, bukan sekadar membebani desa dengan kewajiban.

“Nanti kita wacananya akan merekrut atau memberdayakan pendamping desa dalam hal pengelolaan sampah di tingkat desa. Kita harapkan target ke depan, setiap desa harus mampu mengolah sampah di tingkat desa secara mandiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kasputra memaparkan bahwa sampah terdiri dari tiga komponen, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Komposisi sampah didominasi oleh limbah organik yang mencapai 70 persen, sementara sampah anorganik 20 persen, dan sampah residu (seperti popok sekali pakai/softex) 10 persen.

“Sampah organik lah yang membuat masalah. Dan apabila sampah tersebut bisa kita lakukan pengolahan di tingkat desa, maka persoalan besar akan selesai,” tegasnya.


DLH menargetkan pada tahun ini akan mulai memproduksi pupuk organik dan maggot (larva lalat Black Soldier Fly) dari pengolahan sampah. Tahap awal akan dilakukan di TPA sebagai percontohan, sebelum nantinya teknologi ini diterapkan di desa-desa dengan bantuan pendamping.

“Di tahap awal di TPA, kita akan ada pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan maggot. Target pada tahun ini berencana akan memproduksi pupuk organik beserta maggot dari pengolahan sampah,” ujar Kasputra.

Begitupun, Kasputra juga menekankan bahwa masalah sampah berkaitan erat dengan kesehatan dan pendidikan. Lingkungan yang kumuh berpotensi memicu wabah penyakit yang akan mempengaruhi kesehatan dan pendidikan.

“Masalah sampah adalah masalah yang serius, masalah yang penting, dan lingkungan hidup, kesehatan, serta pendidikan tidak bisa dipisahkan. Kalau lingkungan hidup rusak dan kumuh, maka berdampak pada kesehatan masyarakat yang akan menjadi sebuah wabah penyakit dan tentunya juga berimbas kepada pendidikan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Kasputra menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. 

Beserta kolaborasi semua pihak dan elemen masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sampah tersebut. Menurutnya, perhatian besar dari Bupati menjadi modal penting dalam mewujudkan program pengelolaan sampah ini.

“Apalagi Pak Bupati dalam hal ini sangat mendukung dan besar perhatiannya terhadap lingkungan, dan juga kita berharap kepada semua pihak untuk berkolaborasi dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam mengatasi permasalahan sampah di mulai dari tingkat desa,

Jumat, 03 Juli 2026

Momen Lepas Sambut: Kadis DPMG Kab. Aceh Selatan, Terima Kasih atas Pengabdian, Selamat Menjalankan Amanah Baru

 Suasana haru dan semangat menyelimuti pelaksanaan acara lepas sambut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Selatan. Acara ini menjadi momen penting untuk menutup masa bakti yang telah dilalui sekaligus membuka lembaran baru kepemimpinan dalam upaya memajukan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.


Terima Kasih dan Penghargaan untuk Hj. Agustinur, SH

Selama menjabat sebagai Kepala DPMG sebelumnya, Hj. Agustinur, SH telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Berbagai program dan kebijakan yang digagas telah memberikan dampak nyata bagi kemajuan pembangunan gampong, peningkatan peran serta masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan gampong yang lebih baik.

Pengalaman, kebijaksanaan, dan komitmen beliau telah menjadi landasan yang kokoh untuk kemajuan daerah ini. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang bermanfaat, serta diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam melanjutkan perjalanan tugas selanjutnya.

Selamat Menjalankan Amanah untuk Safril, Sos

Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula selamat dan dukungan sepenuhnya kepada Safril, Sos yang resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala DPMG Kabupaten Aceh Selatan. Amanah ini tentunya membawa tanggung jawab besar untuk melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai sebelumnya, sekaligus menghadirkan terobosan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman.

Diharapkan kepemimpinan yang baru dapat memperkuat sinergi antara dinas, seluruh unsur pemerintahan, dan masyarakat gampong. Semoga dengan kepemimpinan yang amanah, transparan, dan mengutamakan kepentingan bersama, pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Aceh Selatan dapat melaju lebih cepat dan merata.

Semangat Bersama Membangun Aceh Selatan

Perubahan kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Kunci keberhasilan tetap terletak pada kerja sama yang solid dari semua pihak. Mari kita dukung penuh kepemimpinan baru, menjaga kebersamaan, serta terus berkontribusi agar cita-cita mewujudkan masyarakat gampong yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat dapat tercapai dengan baik.

Semoga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kabupaten Aceh Selatan semakin maju dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.

Rabu, 24 Juni 2026

Evaluasi Kinerja Pendamping: Langkah Penting dalam Meningkatkan Kualitas Layanan

    Sebagai bagian dari upaya terus-menerus untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja pendamping di tingkat daerah, proses evaluasi kinerja dilaksanakan secara terstruktur dengan pembagian peran yang jelas di setiap jenjangnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tugas dan tanggung jawab dapat dijalankan dengan optimal, serta memberikan gambaran yang akurat mengenai perkembangan dan hasil kerja yang telah dicapai.

    Pada tingkat kabupaten, evaluasi kinerja untuk jabatan Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) dilakukan langsung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG). Sebagai pengguna layanan, Dinas DPMG memiliki peran sentral dalam menilai seberapa baik kinerja TAPM sesuai dengan standar dan kebutuhan yang telah ditetapkan. Proses ini menjadi momen penting untuk mengukur kesesuaian antara pelaksanaan tugas dengan tujuan program, serta memberikan masukan yang berharga untuk perbaikan ke depannya. 


    Sementara itu, untuk jabatan Pendamping Desa (PD) di tingkat kecamatan, proses evaluasi dilakukan oleh TAPM yang berperan sebagai penyelia atau supervisor. Sebagai pihak yang mengawasi dan membimbing pelaksanaan tugas sehari-hari, TAPM memiliki pemahaman yang mendalam mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh PD. Melalui evaluasi ini, dapat diketahui sejauh mana kemampuan PD dalam menerapkan bimbingan, melaksanakan program, dan mencapai target yang telah ditetapkan di wilayah kerjanya.


    Di tingkat paling bawah, yaitu jabatan Pendamping Lokal Desa (PLD), evaluasi kinerja dilaksanakan oleh pengguna layanan langsung, yaitu Keuchik dari masing-masing desa yang menjadi wilayah binaan. Sebagai pemimpin di tingkat desa, Keuchik memiliki pengamatan yang paling dekat dengan pelaksanaan tugas PLD di lapangan. Penilaian dari pihak ini sangat penting karena dapat menggambarkan dampak nyata dari kinerja PLD terhadap kehidupan masyarakat dan pelaksanaan kegiatan di desa.


    Dengan pembagian peran evaluasi yang jelas ini, diharapkan seluruh jenjang pendamping dapat terus meningkatkan kualitas kerja, menjawab kebutuhan masyarakat dengan lebih baik, dan berkontribusi secara maksimal dalam mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.

Kamis, 18 Juni 2026

Meningkatkan Kualitas Pendampingan Desa: Dari Perencanaan Hingga Pelaksanaan Pembangunan

 Pembangunan di tingkat desa merupakan fondasi utama kemajuan suatu daerah, dan keberhasilannya sangat bergantung pada peran serta kualitas sumber daya manusia yang ada di lapangan. Salah satu pilar penting yang menentukan keberhasilan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adalah peran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.



Untuk memastikan tugas-tugas ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka. Pelatihan dan pembinaan yang diselenggarakan bertujuan untuk membekali para pendamping dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, mencakup beberapa aspek utama:

✅ Penyusunan Dokumen Perencanaan Desa

Pendamping akan dibekali kemampuan untuk menyusun rencana pembangunan yang terstruktur, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang ada di desa. Perencanaan yang baik menjadi dasar agar setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi warga.

✅ Pelaporan Hasil Pelaksanaan Program

Selain menyusun rencana, kemampuan untuk melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan juga sangat penting. Para pendamping akan diajarkan cara menyusun laporan yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga proses pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan terlihat keberhasilannya secara jelas.

✅ Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat Desa

Pendamping juga dibekali keterampilan untuk mendorong dan memberdayakan masyarakat agar dapat berperan aktif dalam pembangunan. Mulai dari membangkitkan kesadaran, mengembangkan potensi lokal, hingga menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi warga dalam setiap kegiatan yang berjalan.

✅ Penerapan Etika dalam Pelaksanaan Tugas

Tidak hanya keterampilan teknis, aspek etika dan perilaku juga menjadi perhatian utama. Para pendamping diajarkan untuk menjalankan tugas dengan jujur, adil, bertanggung jawab, serta menjaga hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa. Etika yang baik akan menciptakan kepercayaan, sehingga kerja sama antar pihak dapat berjalan lebih harmonis dan efektif.

Dengan meningkatnya kapasitas dan pemahaman yang baik mengenai tugas dan tanggung jawabnya, diharapkan para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dapat menjalankan perannya dengan lebih optimal. Hasilnya, pembangunan dan pemberdayaan di desa dapat berjalan lebih terarah, memberikan manfaat yang nyata, dan membawa kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh warga desa.

Jumat, 12 Juni 2026

MONITORING PELAKSANAAN KEGIATAN PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DI GAMPONG KUTABULOH 1

 Gampong Kutabuloh 1,  Pemerintah terus berkomitmen menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berlangsung di Gampong Kutabuloh 1, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan penyaluran bantuan ini diikuti oleh sebanyak 37 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdaftar dan diverifikasi datanya sesuai kriteria yang ditetapkan. Kehadiran dan pengawasan langsung dari berbagai unsur terkait menjadi kunci utama agar proses berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Unsur yang Hadir dan Mengawasi Kegiatan

 Untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan bantuan diterima oleh pihak yang berhak, kegiatan ini dihadiri dan dipantau oleh tim pengawas yang terdiri dari:

✅ Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat – Bertugas memberikan arahan teknis, memantau kesesuaian prosedur, serta mengevaluasi efektivitas penyaluran bantuan bagi kesejahteraan warga.

✅ Keuchik Gampong Kutabuloh 1 – Sebagai pemimpin wilayah, bertanggung jawab memastikan data penerima akurat, serta menjembatani komunikasi antara warga dan pihak pelaksana program.

✅ Babinsa – Menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran suasana selama kegiatan berlangsung agar berjalan kondusif.

✅ Pendamping Desa – Melakukan pengecekan ulang terhadap dokumen dan data penerima, serta memberikan penjelasan kepada KPM mengenai hak dan kewajiban terkait bantuan yang diterima.

✅ Petugas Layanan Desa (PLD) – Membantu proses administrasi, pencatatan, dan pencocokan identitas penerima saat penyerahan bantuan dilakukan.


 Rangkaian Kegiatan Pelaksanaan

Kegiatan dimulai pada pukul 9.00 Wib dengan pembukaan singkat oleh Keuchik, yang menyampaikan tujuan utama program ini yaitu meringankan beban ekonomi keluarga yang membutuhkan. Selanjutnya, dilakukan tahapan demi tahapan secara tertib:

 1. Verifikasi dan Validasi Data – Petugas memeriksa satu per satu kartu identitas dan bukti pendaftaran untuk memastikan kesesuaian nama dan data dengan daftar resmi.

​2. Penyerahan Bantuan – Setelah dinyatakan sah, bantuan diserahkan langsung kepada KPM atau perwakilan resmi yang telah ditunjuk dengan bukti tanda terima yang jelas.

​3. Pencatatan dan Pendokumentasian – Setiap proses didokumentasikan baik secara tulisan maupun foto sebagai bahan laporan dan bukti pertanggungjawaban.

 Selama berlangsungnya kegiatan, seluruh rangkaian dipantau secara ketat oleh tim pengawas. Setiap pertanyaan atau kebingungan yang disampaikan oleh warga dijawab dengan sabar dan jelas oleh petugas yang hadir. Suasana berjalan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan hingga kegiatan selesai sekitar pukul 16.00 Wib.

Tanggapan dan Kesimpulan

 Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

 Berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penyaluran BLT di Gampong Kutabuloh 1 hari ini berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ditemukan adanya penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam proses penyaluran.

 Kehadiran lintas unsur pengawas menjadi jaminan bahwa setiap rupiah bantuan yang disalurkan akan sampai ke tangan yang berhak, sehingga benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Gampong Kutabuloh 1.

Jumat, 05 Juni 2026

PERCEPATAN PENYUSUNAN RPJM DAN APBG GAMPONG: KUNCI PEMBANGUNAN YANG TERTATA DI ACEH SELATAN

 

 Tapaktuan, 5 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) kembali menegaskan pentingnya percepatan penyusunan dua dokumen vital pemerintahan gampong, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Gampong dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG). Langkah ini menjadi prioritas utama guna menjamin kelancaran pembangunan dan penyaluran keuangan desa di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Selatan.


 RPJM Gampong merupakan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah yang berlaku selama enam tahun. Dokumen ini menjadi landasan utama bagi seluruh kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Gampong. Sementara itu, APBG adalah dokumen anggaran tahunan yang menjadi dasar hukum pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran keuangan gampong, termasuk penyaluran Alokasi Dana Gampong (ADG) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Aceh Selatan.

 Kepala DPMG Kabupaten Aceh Selatan menyatakan bahwa keterlambatan dalam penyusunan dan pengesahan kedua dokumen ini akan berdampak langsung pada penundaan pencairan dana pembangunan. “Jika RPJM dan APBG belum selesai dan disahkan, maka dana yang menjadi hak gampong tidak dapat dicairkan. Akibatnya, program-program yang dibutuhkan masyarakat seperti perbaikan jalan, fasilitas ibadah, kesehatan, dan pendidikan akan terhambat,” tegasnya.


Selain itu, penyusunan RPJM Gampong wajib diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Aceh Selatan. Keselarasan ini bertujuan agar program di tingkat gampong mendukung target pembangunan kabupaten, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kegiatan dan penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan efisien.


 ntuk mempercepat proses ini, Pemerintah Kabupaten mengimbau seluruh Keuchik beserta perangkat gampong untuk segera membentuk tim penyusun yang melibatkan unsur Tuha Peut dan perwakilan masyarakat. Musyawarah di tingkat jurong maupun gampong harus segera dilaksanakan guna menampung aspirasi dan kebutuhan prioritas warga. Draf dokumen yang telah disusun selanjutnya akan diverifikasi oleh pihak Kecamatan sebelum disahkan dalam Musyawarah Gampong.

 Pemerintah Kabupaten juga menjamin ketersediaan pendampingan teknis, pedoman penyusunan, serta contoh format dokumen yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Target yang ditetapkan adalah seluruh gampong di Aceh Selatan telah menyelesaikan dan melaporkan dokumen RPJM dan APBG ke DPMG paling lambat akhir Juli 2026.

 “Kecepatan ini bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi demi kepentingan rakyat. Dokumen yang tertata rapi adalah bukti nyata tata kelola pemerintahan yang baik di gampong,” tambah Kepala DPMG.

Diharapkan dengan kerjasama seluruh pihak, dokumen perencanaan dan anggaran ini dapat segera rampung. Dengan demikian, pembangunan di gampong-gampong se-Kabupaten Aceh Selatan dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan tepat sasaran demi kesejahteraan bersama.



Memperkuat Fondasi Pembangunan: Peningkatan Kapasitas Kader Pemberdayaan Manusia di Kecamatan Tapaktuan

 Pembangunan yang berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat tidak bisa berjalan sendirian oleh tenaga pemerintah saja. Diperluk...